Hikmah di Balik Ujian

Hari itu aku dan teman - teman BKLDK ( Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus) mengadakan rapat di masjid Agung Palembang, karna  salah satu teman ku  rumahnya di Plaju jadi rapatnya kami adakan di masjid Agung, sebelum mengadakan rapat kami melaksanakan shalat ashar berjamaah terlebih dahulu, setelah selesai shalat, rapat pun kami mulai yang dibuka oleh ketua BKLDK Nisa Palembang yaitu mbak Liza, hari sudah menunjukkan pukul 16.00 namun yang datang hanya kami bertiga yaitu saya, mbk Liza dan mbk Risma sedangkan yang lain berhalangan datang. sore itu pun Palembang diguyur hujan yang cukup deras dan jam sudah menunjukkan pukul 17.00 sore, akhirnya kami pun menyudahi rapat kami mengenai acara bulanan BKLDK. 

pada saat aku keluar dari masjid Agung dan mulai mengendarai motorku, kurasakan ada yang tidak beres dengan motor ku, entahlah...aku juga tidak tahu, karna aku gak ngerti masalah otomotif, yang aku tau hanya cara mengendarai motor saja tanpa memeriksa lagi jikalau terjadi kerusakan. tiba - tiba motor ku berhenti mendadak karna aku tidak tahu cara memperbaikinya jadi aku paksakan saja motor ku agar hidup dengan menekan terus tombol start, dan Alhamdulillah akhirnya bisa juga hidup dan akupun melanjutkan kembali perjalananku karna waktu sudah semakin sore dan rumahku pun masih sangat jauh,,,, aku terus berdoa semoga perjalanan ku lancar karna aku khawatir sekali apabila pulangnya kemalaman.

hujan pun semakin deras dan jalanan pun sangat macet karna hujan yang deras membuat jalanan menjadi banjir, dan lagi - lagi motor ku pun kembali mati, kupaksakan lagi untuk hidup tetapi setelah hidup motor ku kembali mati, orang - orang di sekitar ku pun hanya sibuk dengan diri mereka sendiri, mereka hanya sibuk melewati jalanan yang pada saat itu sedang macet parah dan hanya sesekali sebagian dari mereka melirik ke arah ku tanpa memberikan pertolongan, aku bingung pada saat itu, aku hanya bisa berdoa, dzikir, dan bertakbir terus menerus dalam hati, karna hanya pertolongan dari Nya yang saat itu aku harapkan, sambil terus menekan tombol start aku berharap agar motor ku dapat hidup kembali dan aku bisa sampai dirumah tepat waktu. dan setelah beberapa kali aku mencoba akhirnya motor ku hidup kembali dan aku pun kembali melanjutkan perjalananku sambil bergumam " ya Allah...tolong...aku ingin shalat magrib di rumah, aku takut pulangnya ke malaman". 

tapi lagi - lagi Allah mengujiku, motor ku kembali mati, dan kemudian terdengar kumandang adzan dari Handphone ku dan kali ini aku menyerah karna aku pikir jika kuterus kan aku akan sampai di rumah larut malam. aku pun memilih beristirahat terlebih dahulu di sebuah minimarket dan mencoba menghubungi ibuku, terdengar suara ibuku yang sangat khawatir dan ia menyuruhku untuk tetap menunggu disana sampai kakak ku datang, namun aku gelisah karna belum melaksanakan shalat magrib, aku mencoba untuk minta izin shalat di minimarket tersebut, tetapi disana tidak ada tempat untuk shalat. singkat cerita akupun meninggalkan motorku di minimarket tersebut dan berjalan mencari tempat untuk shalat, karna malam itu hujan sehingga banyak toko yang tutup, aku pun terus berjalan dan tak terasa sudah jauh aku meninggalkan minimarket itu, dalam hati aku pun berkata "baru kali ini aku berjalan sendirian di malam hari". akhirnya akupun menemukan toko peralatan bayi dan aku mencoba untuk minta izin shalat, dengan sepatu yang sudah sangat kotor dan badan yang basah kuyup akupun memasukki toko itu, seketika toko yang tadinya bersih menjadi becek karna ku,,namun ternyata penjaga toko nya sangat baik dan ia pun mengizinkan aku untuk shalat di tokonya.

setelah melaksanakan shalat magrib akupun kembali ke minimarket sambil menunggu kakak ku datang, di sana aku merenung, mencoba untuk mencari jawaban kenapa Allah mengujiku dengan ujian seperti ini, karna Allah memberikan hambanya ujian itu agar kita bisa berpikir, karna terkadang hikmah dibalik ujian itu tidak selalu langsung keliatan, terkadang Allah ingin kita memikirkannya sendiri agar kita tahu bahwa Allah ingin kita menjadi orang yang lebih kuat, tegar, atau mungkin agar kita lebih bersyukur dan tidak mengeluh dengan ujian yang Dia berikan. dan aku pada saat itu berpikir bahwa Allah ingin agar aku selalu menomorsatukan Allah, dalam keadaan apapun aku selalu mengingatnya, selalu ingat akan kewajiban untuk tidak meninggalkan shalat walaupun dalam keadaan seperti itu.

tak lama kemudian akhirnya kakak ku pun datang bersama adik ku, karna motor ku udah gak bisa hidup jadi ya,,terpaksa di naikkan diatas mobil...☺☺☺
malam itu akupun pulang dengan rasa senang, karna aku mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga, sehingga aku bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah...

sekian...
by diah ayu anggraini, palembang, 08 nov 2017

Comments

Popular posts from this blog

Islam Kaffah...

Bersegera Dalam Syariat